Minggu, 06 Januari 2019

Cara menyembuhkan mata minus dengan cepat, mudah, dan alami tanpa operasi

Cara menyembuhkan mata minus dengan cepat, mudah, dan alami tanpa operasi,- Cara menyembuhkan mata minus banyak sekali. Ada sekitar tujuh cara yang terbukti ampuh. Bahkan ada cara menyembuhkan mata minus dengan cepat dalam kurun waktu 1 minggu. Memang tidak mutlak berhasil karena terganti keparahan minus atau silinder Anda. Namun tidak ada salahnya mencoba.

Di sisi lain, minua pada mata memang sangat mengganggu. Ada banyak penyebab mata minus, mulai dari keturunan, kebiasaan membaca, jarang beraktivitas di luar ruangan, dan masih banyak lagi. Namun kali ini kita akan lebih fokus pada bagaimana cara menyembuhkan mata minus. Ingin tahu seperti apa? Langsung saja kita simak ulasannya berikut ini.
Cara menyembuhkan mata minus secara cepat, mudah, dan alami tanpa operasi dalam 1 minggu

Cara cepat untuk menyembuhkan mata minus dengan kurun waktu 1 minggu memang belum tentu berhasil. Namun cara ini patut dicoba.
1. Minum jus lidah buaya
Jus lidah buaya bisa Anda konsumsi selama 1 minggu penuh dan dipercaya dapat mengurangi minus. Hal ini disebabkan oleh kandungan gizi yang dimiliki oleh jus lidah buaya. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan bahan-bahan herbal lainnya seperti kenari, lemonn dan madu.

2. Minum jus buah bit. Buah bit membantu menyembuhkan minus parah dan tinggi. Minumlah secara rutin selama satu minggu. Jika perlu, campurkan dengan jus belimbing atau wortel untuk khasiat yang lebih manjur.

Sayuran hijau, senjata alami yang lawan penyakit mata

Sayuran hijau, senjata alami yang lawan penyakit mata, - mata adalah salah bagian tubuh yang menghubungkan kita dengan dunia luar. Glaukoma adalah salah satu penyakit yang dapat merenggut kemampuan tersebut dari kita. Glaukoma adalah penyakit mata di mana tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi, sehingga merusak serat lembut saraf optik yang membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak. Sayangnya, kerusakan mata ini masih belum bisa disembuhkan dan dalam kondisi yang parah dapat menyebabkan kebutaan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam JAMA Ophthalmology menunjukkan hubungan antara pola makan dengan glaukoma. Penelitian ini melibatkan sekitar 105.000 subjek penelitian yang sebagian besar terdiri dari wanita dan dilakukan sejak 1984-2012. Pada saat penelitian dimulai, para subjek penelitian berusia 40 tahun ke atas dan bebas dari primary open, yang merupakan bentuk paling umum dari penyakit glaukoma.

Tim peneliti membagi mereka dalam lima kelompok berdasarkan pada tingkat konsumsi sayuran berdaun hijau(disebut dengan diet nitrat). Selama penelitian berlangsung, para subjek penelitian menjalani pemeriksaan mata selama dua tahun sekali. Pada akhir penelitian, sekitar 1.483 subjek ditemukan mengalami glaukoma, yang dapat menyebabkan kebutaan jika tak diobati.

Melansir dari medicaldaily.com, tim peneliti menjelaskan bahwa mereka menemukan orang-orang yang mengonsumsi sayuran berdaun hijau memiliki risiko 20-30 persen lebih rendah terserang glaukoma. Glaukoma adalah gangguan aliran darah ke optik, dan salah satu faktor penting yang mengaturnya adalah zat yang disebut nitric oxide. Nah, ketika seseorang mengonsumsi lebih banyak sayuran hijau, maka dia akan memiliki kandungan nitric oxide yang lebih besar dalam tubuhnya.

Berlawanan dengan pandangan umum selama ini, wortel ternyata bukan sumber makanan terbaik untuk mata. Sayuran hijau dikemas dengan antioksidan dan zeaxanthin lutein yang telah terbukti mengurangi risiko penyakit mata kronis seperti katarak, degenerasi makula terkait faktor usia dan juga glaukoma. Jadi jika kamu berisiko mengalami glaukoma, kamu bisa memperbanyak konsumsi sayuran berdaun hijau seperti bayam,seledri, brokoli, selada, kacang hijau, dan sayuran hijau lainnya.


Selasa, 13 November 2018

Tidak mampu, balita di Jambi jantungnya bocor dirawat di rumah

Tidak mampu, balita di Jambi jantungnya bocor dirawat di rumah,- Chairil Amri, seorang balita di RT 09 Kelurahan Jembatan Mas, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi, mengalami kebocoran jantung. Bocah berusia 3 tahun itu kini sangat mengharapkan bantuan untuk mengobati penyakitnya.

anak pasangan Aina Ananda (22) dan M Ridwan (25) itu hanya terbaring di kasur. Orangtua bocah malang itu merupakan keluarga tidak mampu.

Ridwan menceritakan, anaknya harus terbaring di kasur dan pangkuan ibunya. Chairil hanya bisa menangis sambil meminta pelukan hangat dan kasih sayang ibunya.

Raut wajah bocah tersebut tampak layu, dengan cahaya bola mata berkaca-kaca memandang siapa pun yang melihatnya. "Chairil yang lahir pada 1-3-2011 itu harus puas menghabiskan kesehariannya dengan berbaring, sesekali dia minta duduk jika sudah terlalu lama terbaring," kata Ridwan sambil meneteskan air mata, seperti dilansir dari Antara, sabtu (22/3).

Sehari-hari, Ridwan hanya bekerja sebagai tukang potong rambut. Karena tidak punya uang untuk mengobati anaknya, ia berharap ada dermawan membantu penyembuhan penyakit anaknya.

Sebagai tukang cukur, setiap hari hanya mengantongi Rp 50 ribu. Uang itu habis untuk pengobatan alternatif anaknya. Chairil baru diobati secara medis manakala pekerjaannya agak berlebih.

Chairil kini belum bisa bicara. Penyakit yang dideritanya menyebabkan perkembangan fisiknya tidak stabil.

Ridwan mengaku sudah membawa anaknya ke RSUD Hamba Batanghari, RSUD Raden Mattaher dan RSUD DKT di Kota Jambi, termasuk ke alternatif. Namun hingga kini belum ada perubahan terhadap perkembangan kesehatan anaknya yang diderita sejak lahir itu.

"Sudah tiga tahun saya bolak balik ke rumah sakit dengan biaya sendiri. Dari hasil rontgen/scan RSUD Raden Mattaher tanggal 4-11-2011 anak saya didiagnosa dokter mengidap jantung bocor," ujarnya.

Ridwan mengaku pernah mencoba menggunakan jasa Jamkesmas guna mengobati anaknya. Tetapi dari informasi Ketua RT dan Lurah, diketahui Jamkesmas sudah tidak bisa digunakan lagi, sehingga menyurutkan dirinya untuk mengikuti program kesehatan yang ditawarkan oleh pemerintah.

Pasangan ini memiliki dua orang anak. Yang pertama Chairil Amri, dan anak kedua Chaira Salsabilah, anak perempuan yang baru berumur tiga minggu.

Saat ini, Ridwan hanya bisa mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk mengobati anak sulung kesayangannya. Selain itu, sudah ada uluran tangan yang tulus untuk membantunya. Ia berharap Pemkab Batanghari dan dermawan bisa memberikan bantuan untuk mengobati penyakit anaknya. 

Senin, 27 Agustus 2018

Jaga kesehatan jantung dengan tidur cukup di malam hari

Jaga kesehatan jantung dengan tidur cukup di malam hari,- Selain melakukan gaya hidup sehat seperti olahraga, diet, menghindari kebiasaan merokok dan minum alkohol, peneliti menemukan bahwa tidur cukup di malam hari memiliki manfaat paling besar untuk menjaga kesehatan jantung.

Secara teori, bahkan banyak kematian akibat sakit jantung dan stroke bisa dicegah dengan tidur minimal tujuh jam setiap malam. Hasil ini didapatkan peneliti Belanda setelah mengamati penyakit jantung dan stroke pada 14.000 pria dan wanita selama lebih dari 10 tahun.

Penelitian ini menemukan bahwa angka kematian cukup rendah pada orang yang mengikuti empat rekomendasi gaya hidup, yaitu berolahraga, makan makanan sehat, menghindari alkohol, dan tidak merokok. Melakukan empat kebiasaan sehat itu bisa menurunkan risiko penyakit jantung hingga 57 persen dan menurunkan risiko kematian akibat stroke dan jantung sekitar 67 persen.

Namun, ketika peneliti menambahkan tidur cukup pada analisis, mereka menemukan bahwa manfaat yang diberikan cukup besar dan berpengaruh. Orang yang melakukan gaya hidup sehat dan cukup tidur memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskular 65 persen lebih rendah dan mengalami penurunan risiko kematian akibat stroke atau penyakit jantung hingga 83 persen.

"Tidur cukup sebagai tambahan dari gaya hidup sehat sangat penting dan berpengaruh terhadap kesehatan jantung," ungkap peneliti dari national institute for Public Health and the Environment, Wageningen University.

Profesor Grethe S Tell dari University of Bergen, Norwegia, berpendapat bahwa penelitian ini memberikan pesan bagi masyarakat untuk mempertimbangkan kualitas tidur dan durasi waktu tidur mereka sebagai faktor penting bagi kesehatan. Cukup tidur adalah salah satu gaya hidup sehat yang harus dilakukan oleh masyarakat selain kebiasaan sehat lainnya.

Baca juga:


Kamis, 09 Agustus 2018

Sayuran hijau untuk mendukung kesehatan jantung, apa saja

Sayuran hijau untuk mendukung kesehatan jantung, apa saja,- Pola makan nabati selalu bermanfaat untuk kesehatan tubuh, khususnya kesehatan jantung. Sebabnya sayuran hijau berguna untuk meningkatkan kesehatan jantung, memperbaiki sirkulasi darah, dan menghindarkanmu dari penyakit kardiovaskular.

Jika kamu masih bertanya-tanya, jenis sayuran apa yang baik untuk kesehatan jantungmu, ini dia jawabannya.

Paprika hijau
Capsaicin, fitokimia yang membuat rasa pedas di paprika, bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan metabolik melalui aktivasi TRPV1 protein yang akan mendukung kesehatan vaskular.

Cabai hijau
Sekali lagi, capsaicin yang ada di dalam cabai hijau akan menyehatkan jantung dan mencegah penyakit pernapasan. Maka, hal ini bisa jadi berita baik bagi kamu yang doyan mengonsumsi makanan sehat.

Brokoli
Sayuran hijau seperti brokoli membawa dampak menyehatkan untuk jantung. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Plant Food for Human Nutrition di tahun 2010 menunjukkan bahwa makan brokoli terbukti bisa mengurangi stres oksidatif dan mencegah kerusakan sel jantung karena suplai darah yang rendah.

Bayam
Bayam kaya akan oksida nitrat, zat alami untuk menjaga stabilnya tekanan darah. Selain itu, nutrisi ini juga bermanfaat untuk melebarkan kekakuan arteri.

Senin, 30 Juli 2018

Masalah tidur pada remaja tingkatkan risiko penyakit jantung

Masalah tidur pada remaja tingkatkan risiko penyakit jantung,- Hasil studi terbaru menunjukkan bahwa remaja yang kurang tidur meningkatkan risiko penyakit jantung di kemudian hari.

Remaja yang tidak mendapatkan cukup tidur lebih berisiko mengembangkan penyakit jantung di kemudian hari. Para peneliti Kanada telah mempelajari 4.000 anak muda dan menemukan bahwa sepertiga dari mereka memiliki kualitas tidur yang buruk. Masalah tersebut menyebabkan kelebihan berat badan, serta tekanan darah atau kadar kolesterol yang tidak sehat.

Orang yang susah tidur cenderung kurang berolahraga dan menghabiskan lebih banyak waktu di depan TV. Mereka juga punya kebiasaan buruk seperti suka ngemil makanan tidak sehat.

"Temuan ini memberikan lebih banyak bukti bahwa tidur adalah sesuatu yang tidak boleh disepelekan," kata peneliti senior, Dr Brian C. McCrindle, dari Hospital for Sick Children di Toronto, Kanada.

Secara keseluruhan, 48 persen dari peserta studi mengalami kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi atau bahkan kolesterol tinggi.

Selasa, 25 Juli 2017

Kisah miris bayi Khiren, operasi jantung berujung utang Rp 124 juta

Pasangan Syaifuddin Islami dan Dewi Anggraini tengah bingung mengenai nasib putri keduanya, Khiren Humaira Islami. Putrinya yang saat itu baru berusia 10 bulan, didiagnosa menderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dengan tipe Ventricular Septal Defect (VSD) pada sekat bilik jantungnya, atau dikenal dengan istilah jantung bocor.

Hal itu diketahui usai Khiren melakukan operasi jantung di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jalan S Parman, Jakarta Barat. Penyakit tersebut diketahui menggerogoti Khiren sejak lahir.

Setelah menjalani beberapa proses medis, orangtua Khiren akhirnya menjalani operasi pada tanggal 20 Mei, lebih cepat dua hari dari jadwal semula, yakni tanggal 22 Mei 2015. Saat itu, Khiren dioperasi dengan jaminan BPJS yang telah diurus secara bertingkat dari faskel tingkat I (puskesmas ambacang), dan RSUD M Jamil Padang, dan kemudian diteruskan dengan mendaftar di loket BPJS Harapan Kita.

Khiren tercatat 17 hari mendekam di rumah sakit. Sejak dirawat 20 Mei hingga keluar rumah sakit pada tanggal 4 Juni 2015.

Persoalan kembali muncul setelah pihak rumah sakit menahan Khiren pulang sebelum orangtuanya menandatangani surat pernyataan penanggung utang selama perawatan. Dalam surat perjanjian tersebut tertera biaya perawatan Khiren mencapai sekitar Rp 124 juta.

Biaya tersebut menyusul terlambatnya kedua orangtua Khiren mengurus Surat Eligibilitas Peserta (SEP) atau surat jaminan rawat inap, yang dalam aturannya harus diurus dalam waktu 3x24 jam. Pihak RS pun mengkategorikan Khiren sebagai pasien umum, sehingga semua biaya perawatan dan operasi harus dibayar dengan biaya pribadi.

Puncaknya, pada Jumat 26 Juni 2015, sepucuk surat peringatan pertama (SP1) dari RS Harapan Kita Jakarta datang menghampiri ke kediaman mereka di Komplek Bumi Minang II Blok J No 4 Korong Gadang Kuranji, Padang, Sumatera Barat.

Dalam surat itu, dijelaskan agar Pasangan Syaifuddin Islami dan Dewi Anggraini harus segera melunasi utang perawatan anaknya yang mencapai Rp 124 juta. Setelah menerima SP1 dari dari Rumah Sakit Harapan Kita pada tanggal 26 Juni, 11 hari berselang datang pula surat dari BPJS pusat yang dialamatkan pada Alex Indra Lukman, yang menyatakan bahwa biaya pengobatan pasien Khiren tidak diklaim oleh BPJS.

BPJS menolak mengganti biaya perawatan bayi Khiren, usai kedua orangtuanya terlambat mengurus Surat Eligibilitas Peserta (SEP) atau surat jaminan rawat inap, yang dalam aturannya harus diurus dalam waktu 3x24 jam.

"Untuk Bayi Khiren Humaira Islami biaya pelayanan kesehatan Pasien Khiren tidak dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan karena pelayanan kesehatan yang didapat oleh pasien tidak sesuai dengan prosedur," kata Direktur Pelayanan BPJS Fadjriadinur di Jakarta, Jumat (14/8).

Dia menuturkan, sampai hari ke-17 dirawat di RS, orangtua Khiren tidak mengurus SEP ke loket BPJS Kesehatan. Padahal, menurut dia, pihak Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, tempat Khiren dirawat, telah mengingatkan orang tuanya untuk mengurus surat tersebut.

Pihaknya juga mengklaim orang tua Khiren telah menandatangani surat jaminan BPJS Kesehatan. Isinya, apabila dalam waktu 3 x 24 jam tak mengurus jaminan itu ia dinyatakan sebagai pasien umum dan menanggung administrasi secara pribadi.

"Sejak bersangkutan dirawat tidak menunjukkan diri maka dinyatakan sebagi pasien umum sehingga tidak ada jaminan dari BPJS," terangnya.

Ia menuturkan apabila orang tua Khiren tak mampu melunasi biaya operasi anaknya maka kasus ini akan dilimpahkan ke lembaga piutang negara. Bahkan jika hingga SP3 keluar keluarga tak bisa membayar, maka terancam aset orang tua Khiren senilai utang akan disita.

"Tagihan akan dilimpahkan kesana, kalau saya yang membebaskan uangnya nanti bermasalah saat diaudit serta merugikan anggaran negara," katanya.